JAKARTA (Pos Kota) – Sungguh menyedihkan. Kampanye antirokok yang menjelaskan efek negatif rokok kini sudah tidak mempan akibat masifnya iklan rokok. Perokok masih banyak yang tetap ‘ngebul’ di tempat umum, di rumah atau di dalam mobil, padahal isteri dan anak-anak sebagai perokok pasif menanggung akibatnya.
“Kini di bulan suci Ramadhan merupakan momentum yang pas bagi perokok untuk berhenti. Menurut sebuah studi, 95 persen perokok muslim mengaku lebih mudah berhenti ngebul selama bulan suci Ramadhan,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP dan PL), Kemenkes RI, Prof. dr Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, di Jakarta, Jumat.
Menurut Tjandra Yoga, berpuasa 14 jam secara tidak langsung membantu perokok berhenti merokok lebih mudah karena mereka bisa mengendalikan dorongan untuk merokok.



